Langsung ke konten utama

Sepucuk Surat Untuk Mei

Dear Irvina Meilani

Sebelumnya aku ingin menyebutmu dengan panggilan Mei. Terimakasih ya telah bertahan sejauh ini, 20 tahun sudah kini kamu menjalani hidup di dunia ini. Apa yang telah kamu perbuat selama ini Mei? pencapaian apa yang telah kamu raih? Aku tahu betul apa yang kamu lewati selama ini, suka dan duka tentunya. Tak apa, masih banyak hal yang bisa dilakukan di usia 20 tahun ini dan seterusnya, kau lihat teman-teman seusiamu yang sudah banyak meraih pencapaian dalam hidupnya, terkadang dirimu merasa tidak percaya diri dan terkadang hampir menyerah. Banyak niat yang sudah terkumpul olehmu tapi tidak mudah untuk kamu realisasikan. Nah mulai sekarang aku akan menemani dan menyemangati kamu Mei, sejauh ini aku salut padamu, terimakasih telah menjadi dirimu sendiri, kamu cukup pandai mengatur emosi, katamu emosi tidak bisa dikendalikan. Memang betul sih, namanya juga manusia, makhluk yang penuh emosional, bisa merasakan sedih, senang, marah, kecewa, terkejut, takut, bersyukur, pokoknya yang melibatkan rasa, iya kan? Dan semua emosi yang terjadi itu memang otomatis terjadi, pun karena adanya reaksi kimia yang terjadi di dalam otak atau kita biasa menyebutnya hormon. Yang bisa dikendalikan itu adalah tindakan dan ucapan kita saat merasakan adanya emosi dalam diri.

Mei, bersyukurlah selalu ya, teruslah berbuat baik walaupun dunia terkadang tidak baik padamu, maafkanlah orang-orang yang membuatmu sakit, doakan kebaikan untuk mereka, berlapang dadalah, serahkan urusan manusia kepada ALLAH, karena kamu, mereka, dan kita semuanya akan berpulang kepada-Nya! Hidup ini akan terus berlanjut baik kamu tertawa ataupun menangis Mei, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali ya. Kamu pun cukup mempunyai banyak teman, fokuslah kepada nama-nama yang hingga saat ini masih bersamamu, teruslah bersama, bersama memberikan semaksimal yang kalian punya, untuk apa? Percayalah, murni untuk hari setelah kematian kita tiba.

Hari ini adalah harimu, dan esok kamu tidak bisa memastikan masih menikmati hari atau tidak. Jadi lakukan yang terbaik untuk harimu hari ini ya :)

 

Jum’at, 1 Mei 2020


Komentar