Langsung ke konten utama

Postingan

Mendengarkan

                                          Bicara tentang mendengarkan pastinya setiap orang punya cerita untuk dibagikan, entah untuk mendapatkan tanggapan, solusi, ataupun at least dia hanya ingin didengarkan oleh orang yang dia percaya untuk membagi cerita senang ataupun berkeluh kesah, orang yang diyakini empati dan peduli terhadapnya. Gak mungkin kan kita bercerita kesemua orang ataupun kepada orang yang tidak peduli, alih-alih mendapat tanggapan atau solusi malah mendapat jawaban seperti “ohh”, “yaudah”, “kamu kurang bersyukur”, “banyak yang lebih sulit daripada kamu”. Bukannya lega, tapi kita malah semakin bingung dan tertekan. Namun menurut aku itu semua terjadi bukan karena salah mereka, tapi salah kita sendiri yang sudah menaruh percaya pada mereka, aku rasa semua orang harus selektif dalam mencari partner , begitupun dalam hal bercerita, cobalah kita bercerita kepada ...
Postingan terbaru

Sepucuk Surat Untuk Mei

Dear Irvina Meilani Sebelumnya aku ingin menyebutmu dengan panggilan Mei. Terimakasih ya telah bertahan sejauh ini, 20 tahun sudah kini kamu menjalani hidup di dunia ini. Apa yang telah kamu perbuat selama ini Mei? pencapaian apa yang telah kamu raih? Aku tahu betul apa yang kamu lewati selama ini, suka dan duka tentunya. Tak apa, masih banyak hal yang bisa dilakukan di usia 20 tahun ini dan seterusnya, kau lihat teman-teman seusiamu yang sudah banyak meraih pencapaian dalam hidupnya, terkadang dirimu merasa tidak percaya diri dan terkadang hampir menyerah. Banyak niat yang sudah terkumpul olehmu tapi tidak mudah untuk kamu realisasikan. Nah mulai sekarang aku akan menemani dan menyemangati kamu Mei, sejauh ini aku salut padamu, terimakasih telah menjadi dirimu sendiri, kamu cukup pandai mengatur emosi, katamu emosi tidak bisa dikendalikan. Memang betul sih, namanya juga manusia, makhluk yang penuh emosional, bisa merasakan sedih, senang, marah, kecewa, terkejut, takut, bersyukur, po...